Pajak Progresif Motor

Terhitung 3 Januari 2011 , Pemprov DKI Jakarta mulai memberlakukan pajak progresif kendaraan bermotor baik untuk roda dua maupun roda empat.

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo mengatakan, penerapan pajak progresif pada kepemilikan kendaraan DKI Jakarta bukanlah satu satunya solusi untuk mengurai masala kemacetan di ibu kota. Penerapan pajak progresif, hanyalah salah satu dari sekian banyak cara untuk mengurangi kemacetan serta mengendalikan laju pertumbuhan kendaraam bermotor di wilayah DKI Jakarta.

Teknis penerapan pajak progresif ini akan dilakukan melalui nama dan alamat yang terdata di kartu tanda penduduk (KTP). Untuk mengantisipasi penyelewengan data kepemilikan, Pemprov DKI juga telah bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta yang memiliki data kependudukan lengkap dan akurat seperti KTP dan KK.

Pajak progresif ini sendiri akan diterapkan terpisah dari motor dan mobil. Jadi pajak ini diterapkan dari motor ke motor dan dari mobil ke mobil.

Besaran persentase pajak progresif sebesar 1.5% nilai jual untuk kendaraan pertama, 2% nilai jual untuk kendaraan kedua, 2.5% nilai jual untuk kendaraan ketiga dan 4% untuk kendaraan keempat dan seterusnya

Hasil yang tertera di STNK terkait dengan kepemilikan motor pertama, kedua, ketiga, dan keempat, dst adalah data dari Dispenda sehingga semua komplain yang berkaitan dengan data tersebut harap ditujukan ke Dinas Pelayanan Pajak Provinsi DKI Jakarta.

Cara Mengetahui Besarnya Pajak Progresif Pada STNK

Di bawah ini kami berikan 4 contoh STNK Honda Scoopy dengan pajak progresif berbeda beda (1,2,3,4).

Contoh STNK Pajak Progresif Motor Ke 1

Contoh STNK pajak progresif motor Honda Scoopy ke 1 dengan biaya PKB 176,000

Contoh STNK Pajak Progresif Motor Ke 2

Contoh STNK pajak progresif motor Honda Scoopy ke 2 dengan biaya PKB 228,000. Biaya progresif motor ini adalah selisih PKB pada pajak progresif 2 dengan pajak progresif 1 (228,000 - 176,000) = Rp. 57,000

Contoh STNK Pajak Progresif Motor Ke 3

Contoh STNK pajak progresif motor Honda Scoopy ke 3 dengan biaya PKB 285,000. Biaya progresif motor ini adalah selisih PKB pada pajak progresif 3 dengan pajak progresif 1 (285,000 - 176,000) = Rp. 109,000

Contoh STNK Pajak Progresif Motor Ke 4

Contoh STNK pajak progresif motor Honda Scoopy ke 4 dengan biaya PKB 456,000. Biaya progresif motor ini adalah selisih PKB pada pajak progresif 1 dengan pajak progresif 2 (456,000 - 176,000) = Rp. 280,000

 

Dari contoh STNK diatas ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Harga diatas bisa berubah sewaktu waktu karena kebijakan berada dari pihak Samsat
  • Pajak progresif untuk wilayah Jakarta akan berbeda dengan pajak progresif wilayah lainnya (Bekasi dan sekitarnya)
  • Biaya di pajak diberikan oleh pihak Samsat dan dealer tidak turut campur sedikitpun dalam besar kecilnya biaya

Semoga penjelasan ini bisa membantu wawasan Honda lovers. Apabila ada yang kurang jelas atau pertanyaan lainnya bisa ditulis di komentar dibawah.

45 Komentar

  1. puja setra mengatakan

    dear honda,..
    bagimana jika saya mengganti atas nama motor saya dengan KTP palembang, apakah saya akan terkena pajak progresif juga, mohon di balas,..

    • Erna - Honda Cengkareng mengatakan

      Dear Bapak Puja,

      Mohon maaf Bapak,kami hanya dapat melayani pembelian untuk KTP Jakarta,Tangerang,Bekasi dan Depok. Wilayah yang sudah ada pajak progresif Jakarta,Bekasi dan Depok. Apabila Bapak ingin mengganti nama motor dengan KTP Palembang bukan terkena pajak progresif tetapi mutasi pindah ke Palembang.

      Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Mohon diisi apabila anda ingin kami hubungi via telepon. Nomor telepon anda tidak akan kami tampilkan dimanapun.

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>